Belajar tidak selalu harus di dalam kelas—kadang, langkah besar justru dimulai dari keberanian untuk melihat, meniru, lalu menciptakan sesuatu yang baru.
Rabu, 4 Februari 2026, SMK Mitra Industri MM2100 menerima kunjungan studi tiru dari SMKN 1 Setu, Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh 10 orang dari jajaran manajemen sekolah, termasuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, hingga Ketua Jurusan. Kehadiran lengkap ini menjadi sinyal kuat akan keseriusan mereka dalam mempersiapkan perubahan besar ke depan.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang observasi, tetapi juga bagian dari langkah strategis SMKN 1 Setu dalam mengembangkan sekolah berbasis dunia industri. Beberapa fokus utama yang menjadi perhatian dalam studi tiru ini meliputi kolaborasi Teaching Factory, pembangunan budaya kerja dan industri di lingkungan sekolah, serta persiapan pemindahan sekolah yang akan didukung oleh Jasa Marga. Momentum relokasi ini dimanfaatkan sebagai titik awal untuk membangun sistem yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri.
Selama kegiatan berlangsung, kedua sekolah saling berbagi praktik baik yang telah diterapkan. SMKN 1 Setu, misalnya, telah menjalankan program efisiensi berbasis zero waste secara konsisten, termasuk pengurangan penggunaan plastik hingga ke area kantin. Selain itu, budaya ramah lingkungan juga diterapkan melalui kebiasaan menyediakan gelas dan teko bagi tamu sebagai upaya mengurangi sampah sekali pakai.
Tidak hanya itu, terdapat pula program “4J” yang menjadi bagian dari pembentukan budaya sekolah, yaitu Jumat Rohani, Jumat Sehat, Jumat Bersih, dan Jumat Berbagi, yang secara konsisten membangun keseimbangan antara karakter, kesehatan, dan kepedulian sosial siswa.
Menariknya, kunjungan ini juga diwarnai dengan berbagai hasil karya siswa yang dibawa langsung oleh SMKN 1 Setu sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek. Di antaranya produk kuliner dari jurusan Tata Boga berupa enam kotak pizza, perangkat pengeras suara hasil karya siswa jurusan Audio Visual, pouch dari jurusan Tata Busana, hingga gantungan kunci hasil kewirausahaan dari jurusan TSM.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai kunjungan satu hari, tetapi diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas. Ke depan, kedua pihak membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk pembinaan antar sekolah dan penguatan ekosistem pendidikan berbasis industri.
Dengan semangat “Amati, Tiru, dan Modifikasi”, kunjungan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih relevan, adaptif, dan berdampak.



