Bukan kunjungan biasa. Selasa pagi, 13 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, sepuluh anggota DPRD Provinsi Banten hadir dengan satu misi yang lebih besar dari sekadar agenda resmi: mencari inspirasi nyata untuk penguatan pendidikan vokasi di daerahnya.
Kunjungan studi tiru ini dilakukan oleh perwakilan komisi yang membidangi pendidikan, sebagai tindak lanjut amanah Gubernur Provinsi Banten. Fokusnya jelas—menggali praktik baik pengelolaan pendidikan vokasi yang telah berjalan sistematis dan terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Dalam sesi diskusi dan pemaparan, berbagai aspek strategis dibahas secara mendalam, mulai dari pola manajemen sekolah, penguatan budaya industri, hingga model kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Dialog berlangsung konstruktif, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari keselarasan kebijakan dan implementasi di lapangan.
Kunjungan ini menjadi momentum penting. DPRD Provinsi Banten menilai bahwa pendekatan vokasi yang terstruktur dan berbasis kemitraan dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan zaman.
Lebih jauh, Gubernur Provinsi Banten juga menyampaikan keinginan untuk membuka peluang kolaborasi dengan Yayasan Mitra Industri sebagai langkah konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat SMK-SMK di Provinsi Banten, khususnya dalam aspek vokasi dan kerja sama industri yang berkelanjutan.
Pertemuan singkat tersebut menyisakan optimisme yang besar. Ketika pemangku kebijakan turun langsung belajar, ada harapan bahwa perubahan tidak lagi berhenti di wacana. Sebab pendidikan vokasi yang kuat bukan hanya kebutuhan sekolah—melainkan fondasi masa depan daerah.



